Kurikulum

PAUD Hiber adalah model pengembangan pendidikan anak usia dini di Kota Bandung. Kata Hiber berasal dari Bahasa Sunda yang berarti terbang. Sebagai bagian dari semangat bagi PAUD Kota Bandung untuk maju dan juara.

Dalam pelaksanaannya, PAUD Hiber menangani masalah pengembangan anak, perempuan, dan keluarga dengan memperhatikan dimensi sosial, budaya, dan ekonomi. Sebagai inovasi dalam mengembangkan konsep-konsep PAUD Holistik Interaktif (HI), yang meliputi aspek pendidikan, kesehatan gizi, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan. Seperti tertuang dalamPeraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 Tentang PAUD HI. Pendekatan PAUD Hiber diterapkan secara kolaboratif dan partisipatif. Melibatkan pihak terkait. Baik pemerintah, perguruan tinggi, lembaga mitra, organisasi masyarakat maupun dunia usaha.

Dalam praktiknya, pendekatan dimensi sosial memiliki berbagai aktivitas sosial yang dapat menumbuhkan nilai empati. Contoh, nilai berbagi pada kegiatan makan bersama. Bersedekah untuk membantu korban bencana. Berkunjung ke teman yang sakit. Bakti sosial. Lalu, memberi subsidi kepada anak yang kurang secara ekonomi.

Sedangkan pada dimensi budaya berisi berbagai aktivitas pelayanan yang memiliki muatan budaya. Dalam menjaga, memelihara, melestarikan serta menjunjung nilai kearifan lokal budaya Sunda, Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh dan Silih Wawangi. Berlandaskan kegiatan Rebo Nyunda, kaulinan tradisional dan festival budaya.

Terakhir, kegiatan pada pendekatan dimensi ekonomi merupakan kegiatan yang memiliki nilai ekonomis dan berdanpak positif menananamkan nilai jiwa wirausaha. Seperti, melatih menabung, melatih hidup sederhana, rekreasi ke pasar, proses transaksi, pagelaran atau festival hasil produk anak, guru dan orangtua, dan kegiatan sejenis.